Metode Pembuatan Pondasi Rumah

Wednesday, October 21st 2015. | Pondasi

Mungkin Anda sering mendengar istilah pondasi ketika sedang membangun rumah, Anda jika mau membangun rumah memang harus mengerti ini, karena tak mungkin membangun sebuah rumah yang aman tanpa menggunakan pondasi. Dengan kata lain, pondasi itu merupakan bagian bawah sebuah hunian yang dibangun, yang digunakan sebagai penopang penahan beban yang menyangga rumah, dan bukanlah sebuah dekorasi rumah, tetapi lebih ke arah fungsionalitasnya. Pondasi rumah ini tentu saja merupakan elemen yang vital, jika ada pondasi, maka Anda dapat memilih maupun memisahkan ruangan antara yang satu dengan yang lainnya agar terlihat rapi. Ya, karena walaupun desain rumah Anda indah bagaimanapun, jika tidak disertai pondasi yang kuat, semua itu akan sia-sia, karena bahaya rumah roboh karena guncangan bisa terjadi kapanpun, dan keselamatan Anda beserta keluarga menjadi terancam, hidup Andapun menjadi tak tenang. Mari baca selengkapnya.

Struktur Pondasi Minimal

Metode pembuatan pondasi Rumah

Sebuah pondasi harus dibangun dengan struktur yang kuat dan benar. Tidak hanya rumah bertingkat saja, walaupun Anda hanya memiliki rumah satu lantai, tetap pondasi tidak boleh diremehkan. Intinya, pondasi itu harus dapat menyangga beban sebuah hunian agar kuat tak mudah goyah. Ciri-ciri dari pondasi yang kuat itu dapat Anda lihat melalui beberapa hal, contohnya:

  • Sebuah pondasi yang kuat tentu saja dapat dilihat dari rancangan dan bahan pembuatannya. Jika merancang sebuah pondasi rumah itu wajib memperhatikan masalah kedalaman tanah plus harus memastikan apabila tanah itu merupakan tanah yang kuat cocok untuk membangun rumah. Apabila sebuah rumah dibangun pada atas tanah gampang rusak, itu akhirnya akan memiliki pengaruh ke pondasi dari rumah yang mau dibangun tersebut. Karenanya, terdapat rancangan pondasi dengan struktur tepat itu mutlak diperlukan, supaya pondasi kokoh, rumah pun kuat berdiri bertahun-tahun. Juga, material pembuatan pondasi akan mempengaruhi kekuatan pondasi rumah Anda.
  • Yang kedua, sebuah pondasi rumah juga harus bisa menahan beragam beban yang berat dari rumah di atasnya. Jika memiliki sebuah rumah, tentu saja sewaktu-waktu, dan tidak diduga-duga, dapat terjadi bencana gempa bumi, apalagi khusus Anda yang tinggal dekat daerah gunung vulkanik yang sering aktif, bencana gempa bumi akan semakin sering terjadi, selain itu masih ada bencana lain yang bisa mempengaruhi rumah, yaitu angin yang kuat. Kesemua beban tersebut harus bisa ditahan oleh pondasi, beban-beban ini memiliki istilah beban konstruksi. Dengan pondasi yang kuat, Anda tak perlu mengkhawatirkan masalah rumah roboh sewaktu-waktu, walaupun misalnya saja angin berhembus kuat sekali atau mungkin pada waktu hujan angin. Paling tidak, rumah Anda akan lebih memiliki daya tahan dibandingkan rumah yang tak menggunakan struktur pondasi mumpuni.
  • Berikutnya, struktur pondasi rumah juga harus sesuai dengan karakter dari tanah yang mau Anda bangun rumah di atasnya. Beberapa tanah ada yang mempunyai karakter lunak, jika memang ini karakter tanahnya, maka Anda bisa membangun pondasi dengan tipe ceker ayam, supaya pondasi rumah tak terpengaruh kelunakan tanah. Jadi sebelum membangun sebuah rumah, dan sebelum mengkonstruksi pondasi rumah, Anda harus terlebih dahulu mengetahui karakter dari tanahnya.

Pondasi sendiri selain yang tipe ceker ayam, juga ada beberapa tipe lainnya, contohnya pondasi batu kali, atau dikenal juga dengan nama pondasi menerus. Pondasi jenis ini menggunakan batu kali yang ditumpuk hingga memanjang ke arah atas membentuk trapesium. Sekian artikel tentang metode pembuatan pondasi rumah, semoga berkenan.

tags: ,